Kamis, 23 Februari 2012

Pesan Terakhir di Kesunyian...

Dalam diam aku hanya bisa menyampaikan ini, sebuah tulisan tak bermakna yang selalu menimbulkan pertanyaan.

Dalam mengarungi lautan tidaklah mudah, tanpa arah tujuan yang jelas dapat menenggelamkan semuanya. Mungkin begitulah pengandaian yang sesuai dengan arti kehidupan.

Untuk mencapai suatu tujuan itu, tidaklah mungkin bila ada sesuatu yang harus dikorbankan.

Mari kita mengingat sedikit kenangan yang sudah terjadi...

Untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, seorang pria rela mencintai wanita yang menurut wanita tersebut dia bukanlah wanita yang baik. Sang pria hanya meyakini bahwa wanita yang dia pilih sebelumnya memang tidak pantas diperjuangkan lagi. Oleh karena itu terpilihlah seorang wanita yang menurutnya adalah wanita yang sanggup mengarungi kehidupan bersama.

Seperti apa yang sudah banyak dikemukanan dalam buku terkenal, tentang Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction) yang intinya kurang lebih begini:
Apa yang anda pikirkan, itulah yang semesta berikan.”
Bisa juga dibilang, pikiran itulah yang menarik segala sesuatu itu terjadi, tentu saja dengan izin Yang Maha Kuasa. Bukankah Dia itu persis seperti persangkaan hamba-Nya?

Sebelumnya, sang wanita pernah atau bahkan sering memikirkan tentang pria tersebut. Tanpa disadari sang wanita, apa yang dipikirkannya menjadi kenyataan.

Lambat laun pemikiran sang wanita masih terpaut pada ketidak-baikan sifat maupun perilakunya, hingga akhirnya pemikiran tersebut membawanya dalam kehidupan nyata sehingga mengakibatkan perasaan sang pria kecewa.

Ketika itu sang pria hanya bermodal percaya atas kepergian sang wanita untuk ke luar kota. Sang pria dengan ikhlas mengantarkan kepergian orang yang disayanginya ke stasiun. Sesampainya wanita tersebut di kota tujuannya, tanpa memikirkan perasaan pria yang mencintainya, dia bertemu dengan pria lain tanpa sepengetahuan pria yang percaya akan semua tutur katanya.

Waktu pun masih berdetak.

Mereka berdua pergi keluar kota berdua bersama teman-teman lainnya untuk sebuah kegiatan sosial. Sebelum keberangkatan, ternyata sang wanita pergi menemui pria lainnya tanpa sepengetahuan pria yang mencintainya. Terjadi lagi. Saat di lokasi kegiatan sosial, terjadi selisih paham antara keduanya, hingga akhirnya sang wanita meminta maaf dengan tulus dibalut dengan takut dan canda.

Saat hari terakhir kegiatan, sang wanita lemas dan akhirnya jatuh pingsan. Ketika mendengar berita tersebut, sang pria langsung berlari menghampiri tempat wanita tersebut di istirahatkan. Sang pria mengangkat tubuh wanita yang disayanginya itu, yang dianggapnya adalah wanita yang patut untuk diperjuangkan. Semalaman 
sang pria menunggu di samping wanita tersebut untuk menjaga keadaannya agar tidak memburuk.

Ke esoka harinya semuanya pun berubah. Sebuah kebenaran disampaikan oleh Tuhan melalui pria yang ditemui wanita tersebut saat pergi ke luar kota sendirian beberapa waktu lalu.

Apa yang terjadi? Sang pria yang merasa di kecewakan masih meyakini bahwa kasih sayang yang dimilikinya masih belum pudar terhadap wanita tersebut.

"Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan mengerjakan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah : 153)

Itu hanyalah sedikit kisah yang mengawali kehidupan mereka berdua.
Hingga saat ini sang pria hanya bermodalkan keyakinan. Dia berusaha sabar dan bersyukur atas hidup yang diterimanya. Dia percaya bahwa apa yang dikatakan Tuhan selalu benar.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Al Baqarah : 286)

"Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al-Qashash : 77)

Menurutnya, sang wanita hanya belum menemukan sinarnya. Jati diri sang wanita masih tertutup oleh badai yang selalu mengombang-abingkannya untuk mencapai tujuan hidupnya. Tetapi sang pria masih tetap yakin bahwa wanita pilihannya adalah wanita yang baik.

Ada dua kata yang selalu bisa membuat orang tersenyum walaupun menyakitkan.
Terima kasih dan Maaf.
Ucapkanlah maaf setiap saat, baik itu dalam posisi benar maupun salah. Dan ucapkannlah terima kasih walaupun yang diterima tak sesuai dengan persangkaan kita. Tuhan lah yang akan menilai perbuatan kita, bukan orang lain.

Aku + Kamu = Kita
 Kita yakin bahwa kita lah yang menentukan masa depan.

Ku harap kau menerima pesan ini dengan penuh pengertian.


Life’s too short to be unhappy..
Laugh when u can..
Apologize when u should..
Don't go of what you can’t change..
Smile when u’re sad..
Love what u’ve got..
Always remember what u had..
Always forgive, never forget....
Life Goes On !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar