Dalam diam aku hanya bisa menyampaikan ini, sebuah tulisan
tak bermakna yang selalu menimbulkan pertanyaan.
Dalam mengarungi lautan tidaklah mudah, tanpa arah tujuan
yang jelas dapat menenggelamkan semuanya. Mungkin begitulah pengandaian yang
sesuai dengan arti kehidupan.
Untuk mencapai suatu tujuan itu, tidaklah mungkin bila ada
sesuatu yang harus dikorbankan.
Mari kita mengingat sedikit kenangan yang sudah terjadi...
Untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, seorang pria
rela mencintai wanita yang menurut wanita tersebut dia bukanlah wanita yang
baik. Sang pria hanya meyakini bahwa wanita yang dia pilih sebelumnya memang
tidak pantas diperjuangkan lagi. Oleh karena itu terpilihlah seorang wanita
yang menurutnya adalah wanita yang sanggup mengarungi kehidupan bersama.
Seperti apa yang sudah banyak dikemukanan dalam buku
terkenal, tentang Hukum Tarik-Menarik (Law of Attraction) yang intinya kurang
lebih begini:
“Apa yang anda
pikirkan, itulah yang semesta berikan.”
Bisa juga dibilang, pikiran itulah
yang menarik segala sesuatu itu terjadi, tentu saja dengan izin Yang Maha
Kuasa. Bukankah Dia itu persis seperti persangkaan hamba-Nya?
Sebelumnya, sang wanita pernah atau bahkan sering memikirkan
tentang pria tersebut. Tanpa disadari sang wanita, apa yang dipikirkannya
menjadi kenyataan.
Lambat laun pemikiran sang wanita masih terpaut pada ketidak-baikan
sifat maupun perilakunya, hingga akhirnya pemikiran tersebut membawanya dalam
kehidupan nyata sehingga mengakibatkan perasaan sang pria kecewa.
Ketika itu sang pria hanya bermodal percaya atas kepergian
sang wanita untuk ke luar kota. Sang pria dengan ikhlas mengantarkan kepergian
orang yang disayanginya ke stasiun. Sesampainya wanita tersebut di kota
tujuannya, tanpa memikirkan perasaan pria yang mencintainya, dia bertemu dengan
pria lain tanpa sepengetahuan pria yang percaya akan semua tutur katanya.
Waktu pun masih berdetak.
Mereka berdua pergi keluar kota berdua bersama teman-teman
lainnya untuk sebuah kegiatan sosial. Sebelum keberangkatan, ternyata sang
wanita pergi menemui pria lainnya tanpa sepengetahuan pria yang mencintainya. Terjadi lagi.
Saat di lokasi kegiatan sosial, terjadi selisih paham antara keduanya, hingga
akhirnya sang wanita meminta maaf dengan tulus dibalut dengan takut dan canda.
Saat hari terakhir kegiatan, sang wanita lemas dan akhirnya
jatuh pingsan. Ketika mendengar berita tersebut, sang pria langsung berlari
menghampiri tempat wanita tersebut di istirahatkan. Sang pria mengangkat tubuh
wanita yang disayanginya itu, yang dianggapnya adalah wanita yang patut untuk
diperjuangkan. Semalaman
sang pria menunggu di samping wanita tersebut untuk
menjaga keadaannya agar tidak memburuk.
Ke esoka harinya semuanya pun berubah. Sebuah kebenaran
disampaikan oleh Tuhan melalui pria yang ditemui wanita tersebut saat pergi ke
luar kota sendirian beberapa waktu lalu.
Apa yang terjadi? Sang pria yang merasa di kecewakan masih
meyakini bahwa kasih sayang yang dimilikinya masih belum pudar terhadap wanita
tersebut.
"Hai orang-orang
yang beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan mengerjakan
shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah
: 153)
Itu hanyalah sedikit kisah yang mengawali kehidupan mereka
berdua.
Hingga saat ini sang pria hanya bermodalkan keyakinan. Dia berusaha
sabar dan bersyukur atas hidup yang diterimanya. Dia percaya bahwa apa yang
dikatakan Tuhan selalu benar.
Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari
kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum
kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan
kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang
sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak
sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah
kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang
kafir." (QS Al Baqarah : 286)
"Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al-Qashash : 77)
"Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (QS Al-Qashash : 77)
Menurutnya, sang wanita hanya belum menemukan sinarnya. Jati
diri sang wanita masih tertutup oleh badai yang selalu mengombang-abingkannya
untuk mencapai tujuan hidupnya. Tetapi sang pria masih tetap yakin bahwa wanita pilihannya adalah wanita yang baik.
Ada dua kata yang selalu bisa membuat orang tersenyum
walaupun menyakitkan.
Terima kasih dan Maaf.
Ucapkanlah maaf setiap saat, baik itu dalam posisi benar
maupun salah. Dan ucapkannlah terima kasih walaupun yang diterima tak sesuai
dengan persangkaan kita. Tuhan lah yang akan menilai perbuatan kita, bukan
orang lain.
Aku + Kamu = Kita
Kita yakin bahwa kita lah yang menentukan masa depan.
Ku harap kau menerima pesan ini dengan penuh pengertian.
Life’s too short to be unhappy..
Laugh when u can..
Apologize when u should..
Laugh when u can..
Apologize when u should..
Don't go of what you can’t change..
Smile when u’re sad..
Love what u’ve got..
Always remember what u had..
Always forgive, never forget....
Life Goes On !!!
Smile when u’re sad..
Love what u’ve got..
Always remember what u had..
Always forgive, never forget....
Life Goes On !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar